Berawan ketika kami memasuki Taman Nasional Baluran. Agak serem juga ya, mengingat kami berdua hanya menggunakan sepeda motor yang setengah sakit-sakitan. Saya masih sedikit phobia dengan tragedi mio kemarin. Jalan masuk ke TN Baluran ini bisa dibilang rusak, sesekali baik. Pepohonan khas savannah mulai muncul. Burung-burung mulai banyak terdengar. Saya sendiri belum bisa melihat mamalia satupun. Namun alhamdulilah saya menemukan burung rangkong diatas sebuah pohon jenis palem yang tinggi.
Keliatan gak rankongnya?
Di Bekol, sebuah savannah yang sekarat. Padang rumput menguning mulai mengalami penghancuran oleh kehadiran semak belukar pengrusak. Dengan drop back Gunung Baluran yang kokoh, semuanya mirip Kilimanjaro. Memang ini semua sesuai dengan apa yang dikatakan sebagai Little Africa in Java.
Kami naik ke puncak watch tower. Kami turun dan menuju Pantai Bama. Menuju sana kami menemukan sekelompok pramuka asal sebuah sekolah katolik dari Jember yang baru kamping. Dan mereka membuang sampah segunung. Huh! Pramuka tuh? Di sepanjang perjalanan jenis burung yang kami temui semakin bervariasi. Wah, sekali lagi gw nemuin rangkong.. seneng.. Jalan menuju Bama juga masih buruk dan berbatu. Tapi dari Bekol ke Bama lebih menarik dibandingkan dari pintu utama Baluran ke Bekol. Benar-benar kerasa Afrika. Ha ha ha.. Though Pantai Bama-nya agak mengecewakan apabila dibandingkan dengan Dreamland atau Kuta. Ha ha ha..




This is BALURAN BABY!!
Tenggorokan saya makin nggak enak dan cuaca tampak semakin akan mendung. Niat untuk lebih lama di Baluran pun saya urungkan. Mana bantengnya?? Sulit sangat menemukannya! Saya yang mengendarai motor menuju pintu keluar Baluran. Sedikit ngebut. Dalam kondisi badan yang kurang segar memang semuanya tidak nikmat ya? Kejutan terjadi ketika menuju pulang, kami menemukan burung merak betina sedang berjalan, namun dengan segera masuk kedalam semak-semak. Ahhh… senang!!!!
Sesampainya di pintu keluar, kami mengembalikan motor ke si ibu dan makan siang di warungnya. Saya berpikir bahwa sudah banyak sekali makanan yang kurang higienis telah saya makan. Tapi hell.. Kami menunggu dipinggir jalan dengan gembel untuk menemukan bus ekonomi yang akan membawa ke Surabaya. Untung saya sudah memesan tiket pesawat terbang ke Jakarta. Sulit dibayangkan apabila saya harus naik kereta atau bus ke Bandung. Puff….
Perjalanan ke Surabaya merupakan penderitaan yang cukup besar. Capek dan agak sakit. Sudah mana capek dan lengket, panas, dan banyak bau rokok. Lalu di daerah Probolinggo hujan. Yaaa mantafff….

Penduduk sekitar.
Green-green grass.
With the tample and stuff.
Sangeh! Right where the monkey at!
Sound of solitude..
JUMP!
Dreamland dawn..
Poppies Lane 2