Akhirnya! 3 Hari Untuk Selamanya!
Hari Kamis kemarin, saya menonton 3 Hari Untuk Selamanya (2007) versi tidak disensor karya Riri Riza di Bulan Film Nasional 2008, Taman Ismail Marzuki. Pada awalnya sih berniat menonton Tiga Dara (1950), namun apa daya KEMACETAN 3.5 jam mengurung gerak saya. Saatnya untuk memberi *Middle Finger* untuk Jakarta. Padahal Tiga Dara itu all-time classic-nya Indonesia.. Untungnya hari minggu nanti masih ada loh penayangan film itu.

Awalnya saya nggak mungkin bakal dapat tiket 3 Hari Untuk Selamanya, mengingat semua 100 kursi sudah resmi direservasi sebelum penayangan. Tapi tentunya bagi insan yang percaya bahwa “Nggak ada yang nggak mungkin” maka saya dan teman dan seorang teman baru berhasil mendapatkan tiket itu, karena ternyata ada 30 orang yang gagal datang. Senang!

Tiga hari untuk selamanya bercerita tentang dua orang anak muda yang melakukan perjalanan Jakarta-Jogjakarta melalui jalan darat. Mereka bertugas membawa piring wasiat yang merupakan bagian dari midadoremi budaya lama untuk menyuapi anak yang akan dilepas untuk terakhir kalinya. Yusuf (Nikolas Saputra) dan Ambar (Adinia Wirasti) adalah sepasang sepupu yang memiliki perangai berbeda namun se-iya sekata dalam drugs. Perjalanan yang sebenarnya simple akhirnya berujung pada pembicaraan-pembicaraan tentang kolotnya budaya di keluarga, pernikahan, seks, dan kehidupan kedepan.
Penggambaran keluarga besar Yusuf & Ambar di film ini sangat amat mirip dengan keluarga besar bapak saya. Ada bagian yang miripppppp pisan! Ketika bapaknya Yusuf mencoba memperkenalkan dirinya kepada seorang teman bernama Pak Mul.
Bapak : Ini kenalkan Yusuf, anak saya.
Pak Mul : Oh, ya ya ya.
Bapak : Lagi kuliah di Universitas Indonesia, Jurusan Teknik Arsitektur, IPK nya 3.6 loh.
Pak Mul : Oh.. waw.. (manggut-manggut)

Riri Riza berhasil mengupas perbedaan budaya yang dipegang oleh orangtua dan anak-anaknya yang berkembang di jaman yang semakin cepat bergulir ini. Bagi kebanyakan orang muda, menonton film ini seperti menyaksikan kehidupannya sendiri. Ha ha ha ha ha…. Dan saya suka sekali dengan film-film tipe perjalanan seperti ini. Harusnya lebih banyak dibuat ya..




Maret 23, 2008 pukul 7:42 am
HWUAAAAAAAAA… Mauuuu dong nonton uncensored-nyaah!! Gw dah nonton, tapi yang disensor.. Dan gw sukaaaaa ama film ini! Way to go Mas Riri! Sayang, cuma sedikit orang2 muda di Indonesia yang bisa mengapresiasi film bukan-horor-bukan-juga-komedi-murahan kaya gini.
Maret 23, 2008 pukul 11:20 am
kmaren penuh banget loh rie..hueueh…
pendapat gue tentang selera menonton anak muda Indonesia, sekali lagi ini berhubungan dengan pendidikan. Kalau misalkan semakin banyak org yang mengenyam pendidikan baik maka semakin banyak informasi yang bs mereka tahu sehingga tidak selalu terpaku pada satu jenis trend yang ada… hehe.. kmaren pas gue nonton ama anak SMA yang duduk disamping gue dan terjadilah pembicaraan.
Gue : Cuma penasaran nih, tapi apakah anak SMA itu seleranya film2 remaja dan horor doang ya?
Anak SMA : Nggak lah… gue nggak suka yang gituan..
Jadi sebenernya selama ini persepsi gue tentang anak SMA dan hobi nonton film horor&cinta-cintaan agak hilang.
Maret 23, 2008 pukul 1:11 pm
ni pelm saya tunggu dari kapan saya tahu ngga nongol-nongo, di pwt. dvdnya kapan beredar ya.
Maret 24, 2008 pukul 10:37 am
Heuheu.. Anak SMA yang baik.. Hahaha..
Tapi emang bener sih,gun.. Semua bersumber sama pendidikan. Heran.. Pemerintah kok malah mencabut subsidi pendidikan ya? Tapi emang masalahnya ga segampang ‘ngeluarin duit’ sih. Masalah mental dan motivasi yang rendah juga datang dari generasi2 muda di Indonesia, terutama di rural area. Kemarin gw baru ngobrol2 sama sepupu gw yg kerja di yayasan Astra. Tugas dia adalah melaksanakan CSR-nya Astra di bidang pendidikan, jadi dia dateng ke pedalaman2 untuk membantu membangun sekolah,etc. Tapi tau ga tanggapan mereka (org2 di pedalaman itu)? Mereka menolak untuk dibantu. Nolak untuk diajak berubah.. Susah ya? Hmmppphhh….
Btw, gw kemaren baru beli Rahasia Meede,gun. Baca prolognya aja gw udah merinding!!! Gila deh tu orang! Dahsyat bgt novelnya!!
Maret 24, 2008 pukul 10:38 am
Kl gw balik ke indo, mgk hrs menyiapkan list film yg musti gw beli, gun, selain ini, film apa lagi yg bagus neh? perlu rekomendasi euy
Maret 24, 2008 pukul 11:20 am
jadi pengen nonton
Maret 25, 2008 pukul 2:54 am
@qnewt : I denno man, nggak bakalan keluar kali?
@ Ratie : sucks ya, faktor budaya juga ngaruh disini.. agak sulit juga.. kadang-kadang suka sebel sama diri sendiri yang kerjaannya cuman bisa ngedumel ttg hal ini tanpa lebih banyak berperan .. hahaha.. ya nggak sih.. mungkin belum kali ya.. someday we will…
@osi : wah, kalo Dipidi (DVD) sih yg nongol cuman kuntilanak dkk doang si,, heheheh ama film cinta2an kelas teri….
@ hangga : la la la la… tunggu aja festival2 film kecil.. kali aja ada
Maret 25, 2008 pukul 9:43 am
@ Osi : Rekomendasi gw : Kala, Perempuan Punya Cerita, Get Married, Selamanya, Berbagi Suami (kalo belom nonton), 3 hari untuk selamanya. Hmmm.. Kala, GM, Selamanya sama Berbagi Suami ada DVDnya kok. Minimal VCD lah.. Kalo 2 yg laen gw belom pernah liat.
@ Anggun : YEAH! Someday we will.. Asalkan darah dan semangat ini tetap mendidih!
Maret 25, 2008 pukul 4:20 pm
KALA belum terbit ya DVD nya? Gw pernah liat deh perasaan… entah DVD atau VCD….
ratie… yess someday we willlll!!!!!!!!
April 16, 2008 pukul 12:50 pm
Hai Hai…. ada kABAR BaeK nich!!! VCD Originalnya and DVD Originalnya 3 HARI UNTUK SELAMANYA bakal keluar Bulan April-Mei ini Lho!!!! LANGSUNG BELI…… ^_^