SORE : PORTS of LIMA

SORE tampil di Opulance kemarin malam untuk launching album Ports Of Lima. Ah, demi Tuhan mereka adalah salah satu band Indonesia yang terbaik pada saat ini. Saya gambarkan mereka sebagai “Sophisticated & Elegance”, membuat para penikmat musik terbius mesra dengan musiknya yang klasik namun ngejelimet dan stage performance yang menggairahkan dari Awan Garnida, Ade Paloh, Reza Dwiputranto, Ramondo Gascaro, dan Bamby Gusti Pramudya .
Band yang digawangi oleh oom-oom berusia 30-an ini memang berbeda, baru naik kepanggung saja langsung menebarkan nuansa yang berbeda. Gaya bermusik mereka jelas tercermindari kostum sederhana namun elegan yang mereka gunakan malam itu. Mereka tidak mencoba untuk menjadi sok-sok muda dengan mengecat rambut atau menggunakan kaos distro, mereka hanya menggunakan pakaian berkerah serba hitam yang masing-masing berbeda namun beraksen serupa: rapih, dan dewasa. Musik sepertinya berjalan searah dengan usia mereka.
Lagu yang dihadirkan berasal dari album Ports of Lima yang saya gambarkan sebagai : BUKAN PENGULANG KESUKSESAN CENTRALISMO, MELAINKAN LEBIH RUMIT LAGI! Seperti yang diketahui bahwa Centralismo adalah salah satu dari 5 album yang direkomedasikan oleh majalah TIME ASIA. Penting banget memang memiliki album yang satu itu. Launching album ini pun hanya dibuat dengan setting mini showcase yang intim antara penggemar SORE dan band tersebut. Kebanyakan dari yang datang memang fans berat dengan gaya indie jaman sekarang. kekeke.. tapi masih banyak dari kami para penggemar yang tetap normal dengan tidak terikut arus gaya, namun menikmati jenis musik yang ditampilkan SORE.
Lagu-lagu di album ini memiliki warna yang lebih suram daripada album sebelumnya yang banyak ceria-nya. Tapi kesan suram itu digambarkan dengan cara yang unik juga menakjubkan. Jadi CD seharga 40000 itu sangat pantas untuk menjadi koleksi pribadi bagi para penggemar musik Indonesia. Apalagi ketika menyaksikan performa mereka yang luar biasa lebih bagus daripada versi CD bahkan! Nyem-nyem.. Satu lagi yang bikin senyam senyum adalah band ini memiliki 5 personil yang masing-masing bernyanyi juga.. ckckck..
Awan yang tampaknya ditunjuk sebagai penghubung antara penonton dengan band mampu membawa humor-humor kecil sehingga tercipta komunikasi singkat dan tidak ada kesan menjaga image berlebihan dalam acara ini. Pembatas antara penonton dengan band ini hanyalah kolam kecil yang mucah dilewati dengan panggung yang rendah sehingga mudah sekali buat dilewati, namun para penikmat musik SORE memang ingin menikmati SORE dengan mendetail hingga urusan membuat rusuh adalah hal yang tidak pernah mungkin terlintas dari kepala mereka. Malam itu SORE melantunkan : Setengah Lima, Apatis Ria, Bogor Biru, Vreijman, Essensimo, in 1997 the bullet was shy, dan semua lagu di album Ports Of Lima, ditambah ekstra lagu Ernestito, Pergi Tanpa Pesan, dan No Fruits For Today. Melegakan…
SORE adalah bagian dari generasi yang mencoba melawan arus pop musik Indonesia yang belakangan ini semakin menjurus ke arah yang aneh. SORE menciptakan lirik yang indah dan beberapa lagu bahkan menggali Bahasa Indonesia dengan lebih dalam, tidak cas-cis-cus saja. Coba, jaman sekarang mana ada yang bisa memasukkan kata Puan dalam liriknya dengan terdengar sangat cantik. Memang sih musik kembali ke selera masing-masing orang, tapi ketika pilihan semakin banyak maka referensi bagi para pendengar akan semakin lebar dan itu adalah bagus. Contoh kasus lagu anak-anak, kebanyakan anak kecil jaman sekarang sudah bisa mendesah erotis ala Mulan Jamilah, karena pilihan akan lagu mereka tidak banyak. Dan itu menyedihkan.




Mei 4, 2008 pukul 5:43 pm
Saya ekspor ke http://sky.web.id ya.
Mei 5, 2008 pukul 8:00 am
saya ekspor ulang..
Mei 5, 2008 pukul 4:29 pm
om-om berusia 30an ? 30 brapa maksudnya ? :p
Mei 5, 2008 pukul 4:37 pm
hehehehe.. kayaknya sih pertengah 30.. maaf ya Oom Imgar… hehehehehe