Hmm..interesting..
Ooooh, get me away from here I'm dying, sing me a song that set me free..

Kepala Jagung tidak mau pulang.

Sore itu saya berbicara dengan Kepala Jagung yang sudah 7 tahun berdomisili di Eropa.

Pertama ia menanyakan kabar saya..

“Baik, saya baik..”

Lalu ia bertanya tentang motivation letter buat beasiswa yang pernah kami bicarakan dulu.

“Gw nggak jadi kirim, ada pertimbangan lain”

Lalu dia meneruskan

“Loh, gimana sih, gimana masa depan lo”

Trus saya jawab

“I am quite happy with my life”

Lalu diteruskan dengan

” Lo tuh mental orang Indonesia banget ya..”

Saya sih peduli amat dengan apa yang dia katakan, toh dia tidak tahu rencana saya. And I don’t want to tell people also about my future… Hanya saya dan Tuhan dan beberapa ekor ikan koi yang tahu, dan berhubung ikan koi-koi itu sudah dibawa oleh Bu K ke kampungnya lantas mati, maka kini hanya saya dan Tuhan yang tahu. Anyway,

Lalu saya berbalik tanya tentang kabar dia.

“Saya tidak mau pulang”

itu katanya.

“Kenapa?”

“Kalau pulang ke Indonesia artinya saya harus kerja di Jakarta dan saya tidak mau kerja di Jakarta”

Lalu dia mulai menjelaskan lagi tentang masalah kemacetan, copet, perampokan, bla bla bla, di Jakarta. Well, aslinya dia bukan orang Jakarta juga sih. Tadinya saya mau bilang:

“Ya kalo mau dicopet, rampok, dibunuh, disekap didalam rumah oleh orangtua sendiri lalu mereproduksi anak hasil hubungan inses, dimana aja bisa.. bahkan di Houston lebih banyak geng-geng bersenjata daripada di Jakarta. Hercules sang penguasa Tanah Abang yang dikenal preman kelas kakap Jakarta aja sebenarnya suka berderma.. piye toh?”

Terus saya bilang,

“Ya jangan kerja di Jakarta lah kalau emang merasa nggak nyaman… Mental lu orang Indonesia banget sih, yang menganggap Jakarta adalah segalanya”

-sekian terimakasih-

13 Responses to “Kepala Jagung tidak mau pulang.”

  1. ya… gw juga sebal dengan orang or sodara yang suka nanya: jadi gimana rencana loe kedepan?
    lalu ketika dijawab seadanya, mereka tidak puas dan menceramahi macam2 blablabla
    yeah…like i want to tellya my plan aja gt lho…

  2. @niki : emberrrr banget… abisnya kalo kita beritahu nanti mereka akan menuntut dan menanyakan terus menerus tentang hal itu dalam pelbagai pertemuan.. it’s so last decade question!!

    @hangga : Ga, gw udah di bogor!! heheh walaupun bogor pinggiran.. hahaha

  3. wah

    saya sering loo menjadi orang yang menanyakan ‘mau ngapain abis ini’-kind-of-question

    itu salah satu pelanggaran pasal perbuatan tidak menyenangkan ya ternyata?

  4. Gimana caranya untuk tidak meng-ekspose berlebihan apa yg kita cita-citakan adalah jawaban terbaik.. jadi jangan terlalu memberikan “Presentasi Detail” tentang apa yang mau kita lakukan di masa depan bisa, karena bisa berujung pada sesuatu yang tidak menyenangkan nantinya…

  5. setuju…
    suka-suka kita mau ngapain ke depannya. Mau kerja di perusahaan apa, di negara mana, di posisi apa, atu mo sekolah pun pilihan kita. Boleh aja orang nanya, asal ga langsung nge-judge ato nge-cap sesuak jati dia.
    Lagipula kalo “orang Indonesia banget” emangnya salah ya?
    Emang lahir dan besar di Indonesia gitu lho… sok-sok mau jadi bangsa lain, ;p

  6. Hollywood’s not america.
    -Ferras

  7. America is not the world
    -Morrissey

  8. Siapa suruh datang Jakarta
    -Koes Plus

  9. Belah Duren
    -Julia Perez

  10. Wah, gun, sekarang pake moderasi ya komentarnya..
    Apa gara2 halaman The Klingons? Wekekkeke…

  11. nggak juga lah.. karena nama lo ganti dr Ade ke Pred.. jadinya wordpress masih nanya dulu ke gw apa ini orang boleh di legalkan masuk ke sini,,,

  12. ooww… lupa ganti.. itu lagi komen di bebrapa blog teman temin yang lain. Huhehehe….


Leave a Reply