Dan dua tiket melayang.. Tidak online sih..
“Tiket Final bisa dibeli di Ibu Dibyo, PB PBSI, Susi World, dan Istora Senayan”
Itu kata pembawa acara semifinal Piala Uber 2008 di televisi semalam, ketika Tim Indonesia sukses menggulung Jerman 3-1. Tidak mau ketinggalan dong dengan hingar-bingar perbulutangkis di Indonesia dalam sepekan ini. Maka dipagi hari langsung tancap ke Susi World (yang entah kenapa gw selalu mengkorelasikannya dengan Sea World) di Bulevar Timur Kelapa Gading.
Jam 8 pagi segerombolan manusia sudah duduk manis didepan Susi World, toko perlengkapan olahraga milik Susi Susanti yang saat ini bertindak sebagai manajer Tim Uber Indonesia. Ketika saya datang, muncul juga seorang mas-mas gendut dengan tiga orang temannya. Pada awalnya tidak ada antrian jelas, sehingga mas-mas gendut itu menginstruksika untuk membuat barisan supaya nanti teratur. Akhirnya terjadilah antrian. Pengelola Susi World pun nongol dari pintu berteralis. Mereka tidak mau membuka pintu dan berkata
“Maaf tiket habis”
Cih, trik lama. Maksudnya, belum juga buka toko masa sudah habis! Kata salah satu orang dibelakang saya hal itu tidak mungkin dan lebih baik kita sabar mengantri. Memang benar ternyata si Susi World punya 100 tiket! Gila nggak sih, kok begitu banget ya?
Maka kami semua tetap mengantri. Nah disaat mengantri inilah muncul kampret-kampret brengsek tengik yang menyerobot. Dasar manusia tolol, tidak tahu tata krama, menyerobot dengan seenaknya. Gw udah bilang dari belakang sama kampret-kampret brengsek ini agar mundur kebarisan belakang namun seakan tidak mau dengar.
Akhirnya beberapa orang yang sadar antri mengatakan agar biarkan dua-tiga orang bodoh itu dapat duluan. Sehingga sisa antrian menjadi lebih rapi. Sistem ambil nomor antrian dimana 1 nomor hanya boleh mendapatkan dua tiket. Saya dapat nomor 13. Harga tiket Rp.50,000
Melalui pengamatan, diketahui bahwa kampret-kampret itu adalah CALO. Bangke banget. Dan jumlah mereka lebih banyak daripada orang-orang yang memang asli membeli untuk sendiri atau keluarganya. Hal ini terlihat dari bagaimana mereka sudah terorganisir dan pembicaraan-pembicaraan itu jelas sekali terlihat. Bahkan orang yang gw sangka bukan calo ternyata CALO juga! A***ng!!! Dan mereka tuh bermain drama-drama pertengkaran kecil dengan tujuan membuat orang terkelabui bahwa mereka bukan teman sesama calo (ketauan karena sesama pembuat rusuh langsung maen colek-colekan dan main mata) dan hal ini malah membuat suasana antrian seakan rusuh, padahal yang bikin rusuh ya calo-calo A***ng itu! Karena pembeli yang normal itu biasa-biasa saja tuh.. Dan secara fisik jelas lah calo itu kayak gimana, I mean JELAS BANGET!!!
Melalui pembicaraan singkat dengan pembeli yang lain dikatakan bahwa tiket yang dijual hanya untuk hari ini dan saya cross check dengan pengelola Susi World memang begitu adanya. Yah, gw nggak bisa lah, lagian sejujurnya saya tidak terlalu tertarik dengan Piala Thomas, karena yang lagi asyik ditonton adalah Piala Uber dan sudah pasti dapat kursi di Final juga. Tapi saya tetap menunggu untuk proses pembelian tiket.
Dan saya dapat tiket di tangan dua. Semifinal Piala Thomas hari ini jam 6 sore. Tangan bergetar nih, sudah merasakan hingar bingar menyemangati Tim Nasional kita di Istora, tapi sekali lagi saya tidak bisa, karena hari sabtu pagi sudah harus ada di Bandung. Maka dengan sangat terpaksa (setelah memeluk tiket.. hehehe) akhirnya saya relakan tiket ini kepada orang yang lebih membutuhkan. Rasanya seperti melepaskan anak gadis ke sarang penyamun, untungnya saya tidak gegabah dalam melepas tiket ini. Saya sudah selidiki mana saja yang kira-kira bukan calo dan membutuhkan tiket-tiket ini.
Dari tadi saya sudah nguping pembicaraan ibu-ibu yang sepertinya ingin mengajak sekeluarganya untuk nonton Semifinal Thomas Cup ini. Dia bahkan menelepon berkali-kali saudara-saudaranya untuk datang ke Susi World agar mengantri tiket karena jatah 1 orang hanya dua tiket. Lalu saya bilang,
“Ya udah ini ibu beli tiket saya saja”
Gw kasih harga sama aja, karena gw bukan calo. Dan dalam perjalana pulang rada sedikit dongkol. Padahal gw pengen banget.
Sepanjang perjalanan saya mendengarkan morning show di radio tentang sebuah gerakan Indonesia Membaca, dimana ada dua orang narasumber yang ditanya tentang Top 5 buku fave mereka. Lalu salah satu narasumber bilang tentang The Secret. Gw sendiri belum pernah baca buku ini tapi intisarinya sudah tau
“Kalau ada keinginan, apabila kita percaya dengan kuat maka seluruh alam semesta akan membantu dan BANG! Jadilah kenyataan semua yang kita inginkan”
Lalu masuklah SMS ini disaat mendengarkan radio itu, sambil nyetir ke arah matahari (hahaha, nyunye banget gw.. tapi emang bener gw nyetir kearah sinar matahari nan terik ala pagi hari)
“Mau nitip tiket buat Final Piala Thomas & Uber gak? Ada temen gw yang mau nyariin nih buat besok”
YIHAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!! Langsung saja setiba dirumah gw telepon si Ferli, dan semoga saja benar bisa dapat. Gila ya, Allah itu memang maha besar.
Saya sih berpikir kenapa tidak ada sistem penjualan tiket On-Line? Why? why? Harusnya beberapa persen dijual eceran via tiket box, beberapa on-line, dll. Jadi gak kisruh. Untuk masalah pembelian on line masa belum bisa sih? Aneh deh.. Bahkan yang paling diherankan ajang sebesar Thomas Uber 2008 ini tidak punya official website dimana kita bisa melihat jadwal, profil pemain,dll. FCK! Tapi sebenarnya saya tidak heran sih, mengingat ajang-ajang di Indonesia (yang berafiliasi dengan birokrasi pemerintah) itu tidak banyak yang mampu meng-online-kan diri. Kalau pun online jatuh-jatuhnya sangat kancut. Seperti contohnya hajatan Visit Indonesia YEar 2008, coba cek websitenya.. Ya ampun tidak informatif dan tidak interaktif. Rasanya pengen langsung pindah ke Incredible India aja langsung.. Dan link-link di Visit Indonesia Year banyak yang tak berfungsi, lagipula informasi didalamnya tidak bermutu. Hebatnya lagi yang paling ingin membuat saya berteriak adalah : Mereka tidak bisa menyinergikan situs promosi serupa yang lebih bagus seperti milik Jogja yang lengkap banget dan deskripsinya detail banget. Bahkan situs visit Solo pun lebih enak dilihat daripada Visit Indonesia Year 2008. Gimana gaungnya mau kedengeran!! Loh, kok jadi cerita Visit Indonesia Year?? But think about it, ajang Thomas&Uber Cup ini kan juga bisa dijadikan cara untuk menjaring wisatawan, tapi kalau mau beli tikenya aja susah banget dan rusuh kampring, gimana caranya mau menjaring?
Kembali ke Thomas&Uber 2008. Tapi memang sebenarnya mental CALO ANJ*NG ini lah yang membuat banyak penonton asli harus kehilangan kesempatan nonton. Masih ada yang mencari uang dikala banyak orang Indonesia ingin membantu menyemangati Tim Nasional. Harusnya calo ditangkap lalu ditembak ditempat. Sekalian mengurangi sampah masyarakat. Ok, don’t even start with Kemiskinan, kemelaratan, sulit pekerjaan, tingkat pendidikan rendah, bla bla. Karena gw males nanggepinnya. Tapi gini aja deh, kalo ada calo mendingan jangan dibeli BIAR BANGKRUT MAMPUS! Lagian katanya Indonesia ini mau bangkit, kalau tiap orangnya masih punya pemikiran seperti ini gimana mau bangkit, mentalnya korupsi semua. Ok, jangan lagi-lagi mencoba untuk memulai diskusi asal muasa calo gara-gara kemiskinan, kebodohan dll. OKAYYY! Intinya kalo punya hati yang baik maka setiap gerak langkah juga akan baik!
-sekianterimakasih-




Mei 16, 2008 pukul 11:31 am
Ngakak dolo deh. Wekekkekeke….
“…melepas anak gadis ke sarang penyamun…”
Penyamunnya elo gun. Hahahha..
Kalo The Secret ada film nya segala. Banyak debat soal ini.
Mei 16, 2008 pukul 4:25 pm
aduh gun… jangan terlalu berharap knapa, hiks..
kalo ga dapet kan gwnya kan jadi ga enak, kaya membangkitkan harapan palsu aja
btw, blom ada kepastian nih, deg2an gw
Mei 16, 2008 pukul 5:23 pm
hihihihih
Mei 17, 2008 pukul 8:12 am
ad kok situs nya : http://www.bulutangkis.com
Mei 17, 2008 pukul 2:23 pm
tim thomas kalah
Mei 17, 2008 pukul 2:28 pm
aku percaya the secret itu..
Mei 17, 2008 pukul 10:23 pm
tiketnya dapeeeettt!! horeee… tapi… :p
Mei 18, 2008 pukul 7:20 am
@ ferli : dapet kann! hehehe..
@ Hangga : Yeah.. sucks ya.. gw suka sebel ama topik &s Oni, maennya suka lemes.. gitu deh..
@ dika : Yeah… itu bukan situs resminya..
@ imgar : sebenernya yg dikatakan di The Secret itu semacam doa juga sih, itu sudah diajarkan dalam agamanya juga kan..
@ Ade : … hmm.. interesting..