Memaknai Hari Kebangkitan Nasional

Hari ini, bangun agak pagi : Jam 5 pagi. Berhubung kemarin visa ke China akhirnya lolos, maka adik saya akan berangkat ke Guangzhou hari ini. Pagi ini cuaca cukup menyenangkan, seberkas cahaya pagi terlihat diujung sana. Melintasi jalan-jalan yang kosong karena libur hari Waisak. Ada yang lain di hari Waisak tahun ini karena berbarengan dengan 100 tahun Kebangkitan Nasional. Memang sih belakangan ini semakin banyak pesan-pesan kebangkitan nasional di televisi, spanduk-spanduk, dll yang cukup menarik perhatian dengan warna merah putih yang terus berkibar.
Berbicara tentang kebangkitan nasional, kok saya suka merasa bahwa kenapa banyak sekali orang yang memprotes masalah rendahnya rasa nasionalisme anak muda ya? Katanya
“Kita melihat generasi jaman sekarang semakin rendah nasionalismenya. bla bla bla”
Entah kenapa, saya secara pribadi tidak merasakan hal itu. Api itu masih ada bung! ha ha ha… Apakah karena buku-buku sejarah yang saya baca? Perjalanan yang saya lakukan? Mungkin ya..
Kebangkitan Nasional untuk saya berarti mencoba untuk mengenal lebih tentang negara ini : Sejarah&Budaya melalui berbagai literatur dan pengalaman berada didalamnya. Kebangkitan Nasional untuk saya berarti semakin yakin untuk memilih Teh Botol dibandingkan Coca Cola. Kebangkitan Nasional untuk saya berarti lebih banyak mencurahkan bantuan untuk pendidikan di Indonesia, 1000 rupiah pun bermanfaat.
Menurut saya, kalau orang Indonesia kerjaanya cuman bisa demonstrasi di Bunderan HI atau Istana Presiden, mereka tidak banyak membantu negara ini. Buat apa juga borong orang banyak-banyak yang artinya bakalan keluarin uang untuk transportasi kesana? Mendingan uangnya itu disalurin untuk biaya pendidikan. Atau uangnya dibuat beli tiket Piala Thomas Uber kemarin untuk menyemangati Tim Nasional kita yang berjuang disana, itu lebih baik dan lebih berguna.. Orang Indonesia memang pintar ngomong panjang lebar.. Capek juga ngomong (berdasarkan pengalaman pribadi), saatnya bergerak deh… Lakukan apa yang kita bisa, hal-hal kecil pun sangat berpengaruh.. Indonesia BISA!
Loading...
Mau banyak omong, mau diam kita mah sama aja, mendingan bacain blog, sudah ngantuk, tidur dech…
ubadbmarko - May 20, 2008 at 8:34 pm
Aku gak pernah ikutan demo, suer
Landy - May 20, 2008 at 9:45 pm
Kalo para blogger yang kerjaannya nongkrong di BHI itu berguna mboten kang?
Ndoro Seten - May 21, 2008 at 8:26 am
Nasionalisme itu bukan diliat dari berapa banyak demo yang dilakuin atau berapa banyak ban bekas yang dibakar,tapi dari bagaimana kita bisa membuat satu negara itu jadi lebih baik TANPA harus ngelakuin itu semua.
* uhuk2 *.
Hai,Nggun. Pa kabar ?.
hahaa.
unee - May 22, 2008 at 12:43 pm