Hmm..interesting..
Ooooh, get me away from here I’m dying, sing me a song that set me free..

Dan Damai di Bumi

“Ternyata selama ini saya hidup di tengah wabah yang mengerikan. Penyebabnya adalah prasangka”

Karl May,

Entah angin apa yang membuat saya pada 11 Februari 2003 membeli buku “Dan Damai di Bumi” karangan Karl May. Buku yang dikarang oleh Karl May dan perjalanannya ke negeri-negeri timur ini sungguh menarik untuk dibaca, namun dahulu kisah perjalannya baru saya selesaikan di bab ketika ia sampai di Aceh. Sekarang sekali lagi saya membaca buku itu untuk sekedar mengalihkan perhatian dari komputer…

Inti dari buku itu adalah masalah toleransi. Dikisahkan di jaman-jaman kolonial akhir 1800-an dan awal 1900-an, masyarakat barat yang mengaku beradab itu bertindak superior. Salah satu diantara mereka adalah seorang Misionaris Amerika yang berkeinginan untuk membaptis semua orang Cina agar masuk ke ajaran Kristiani. Dilain pihak dalam perjalanan itu ada juga Karl May yang seorang Nasrani namun memiliki rasa toleransi tinggi diantara sesama ras-agama-suku-nasionalisme. Dalam buku ini segala rasa prasangka antara umat & ras muncul akibat benturan budaya yang sangat berbeda. Dan tentunya hal ini masih berlaku hingga detik ini juga walaupun media telah secara detail membantu memotong segala jarak dan kendala yang telah memisahkan kita semua.

Hal ini mengingatkan saya pada satu kejadian 1.5 tahun yang lalu dalam sebuah perjalanan dari training center ke hotel. Saya duduk dibelakang seorang Mesir dan Nigeria. Keduanya dari satu kontinen yang sama : Afrika. Tapi satu Arab dan satu Afrika kulit hitam pada umumnya. Perempuan Nigeria bernama Irene ini bertengkar dengan gadis Mesir iru gara-gara ia berkata bahwa “Semua yang tertulis di kitab kamu SALAH, hanya mengundang pembunuhan!”

Terus pas ditanya

“Elu tau dari mana?”

Dia jawab

“Saya ngeliat semuanya di CNN”

Haaaa ha ha aha ha.. itu jawaban tergoblok yang pernah saya dengar.. I mean really stupid like stuuuuuupidddd.. Saya tidak mengolok agamanya, tapi saya mengolok dia secara personal manusiawi yang terlampau mengurusi agama orang lain padahal cuma tau secuil dari CNN. Pandangan Irene ini juga yang mendasari bahwa ekstrimisme itu bukan hanya ada pada kaum muslim namun juga pada kaum beragama lainnya. Apasih bedanya Klu Klux Klan dengan FPI? Sama-sama ekstrimis dan tidak toleran bukan?

Saya cuma bingung dengan manusia.. Kenapa suka sekali berkonfrontasi? Kenapa tidak pernah mau menjalani hidup dengan aman damai sejahtera. Ya, I know, selama ada ketidakadilan maka semua itu tidak akan tercipta. Fitrah manusia dicipta sebagai manuasia dengan emosi & nafsu, mungkin ada baiknya kalau kita menahan itu semua.

I’m losing
I’ll lose my mind
You don’t know how you want it
I don’t know how you want it
Why won’t you talk about it?

The Radio Dept,

8 Responses to “Dan Damai di Bumi”

  1. Keliatan juga dari gimana interpretasi film Fitna. Mengambil sebagian untuk sebuah kesimpulan. Jadinya misinterpretasi.

    Kalo soal FPI simpang siur beritanya. Katanya AKK-BB ngehina mereka pas lagi papasan. Dan liat aja bagaimana perang di media sekarang. Imbasnya? Berita kenaikan BBM terhapus dengan manis. Good job, government.

  2. karena banyak versi dan begitu simpang siurnya kabar..saya pilih no comment aja..

  3. ini ngomongin diriku ya??? :oops:

  4. yang jelas diriku gk mw berkonfrontasi..
    hidup damai!!!

  5. nyunye.. nama elu emang beneran hanggadamai apa ya? hehehe….

  6. ya iya lah…salam damai…

  7. dear cmiiw’
    kalau anda tidak keberatan tolong informasikan di mana saya bisa mendapatkan buku dan damai di bumi! terima kasih

  8. dulu beli di gramedia.. kmaren di sana masih ada buku2 karl may tp kebanyakan winnetou..


Leave a Reply