berkembang..
Hari ini, ketika sedang menjilati bumbu rujak saya menemukan biji asem. Bentuknya kotak tak beraturan dengan warna cokelat. Saya mengamati dengan dalam dan mendalami masa lalu tentang biji asem ini. Kembali ke masa lampau ketika masih hidup di Lombok dengan segala permainan tradisional yang sederhana namun bermakna. Biji asem ini memegang salah satu peranan yang penting dalam salah satu permainan tersebut, tapi saya lupa.
But back to the reality, that bites. hehehe. Hari ini adalah hari ke 8 les bahasa perancis dan saya telah berhasil memecahkan beberapa permasalahan yang saya terus pikirkan tentang penggunaan est-ce que, quelle, parce que, qui est-ce que, dll.. Semua kata tanya itu mirip, jadi agak bingung untuk membedakan mana untuk mana. Fuf.. akhirnya hari ini berhasil deh bisa membedakannya. Saya juga sudah bisa menghitung sampai 9999. Yeah.. Guru bahasa kami datang yang baru, Madamesoile Eka. Lidah dia lebih keriting daripada Madame Michelle atau Monsiuer Sartono. Dia ngomong udah persis orang Perancis. Dan dia terus memberikan pertanyaan demi pertanyaan seperti memborbardir. Terkadang kita bengong dulu beberapa detik untuk mencerna apa yang dia katakan. Saya sendiri mencoba untuk terus menjawab setiap pertanyaan yang diberikan secara berinisiatif, karena untuk persoalan seperti ini kita harus berani. Oh Mon dieu! Tapi lumayan menyenangkan sih..
Loading...
1. ternyata biaya jalan2 ke lombok lumayan yah
2. ke prancisnya jadi ga hehehe
ferli - June 25, 2008 at 8:48 pm
1. Mayan deh… hehe makanya untung gw dibesarkan disana..
2. ke prancis??? wow!
agn - June 25, 2008 at 11:13 pm
Pagi,Nggun !.
Kapan itu YM gak dc2 lagih ?.
Hahahaha…
unee - June 26, 2008 at 9:53 am
waaaa ada yang l’es bhasha francois ? hehehhe…..
frah - June 26, 2008 at 8:12 pm