Hmm..interesting..
Ooooh, get me away from here I’m dying, sing me a song that set me free..

Akhir pekan ini

Sabtu kemarin saya berkeliling Bandung untuk mencari rumah untuk disewa. Saya sendiri merasa melakukan pencarian tanpa petunjuk menggunakan Tiger milik calon saudara sepupu. Perjalanan diawali dari daerah Cikutra. Tanpa disangka saya menemukan sebuah selebaran tentang rumah yang DIKONTRAKAN. Langsung saja saya menuju ke daerah tersebut, di wilayah Bojong Kaler dekat Cukang Kawung. Agak kaget juga, melihat rumah nan asri besar dan disewakan hanya Rp.250.000/bulan. I mean with all the anggrek in front of this house that blooming as if this is their first day seeing the world, gw kaget. Lantas datang ibu-ibu rumah tangga bergaya Orde Baru dengan cengkok Jawa. Ternyata bukan rumah yang disewakan bos! Tapi kamar! ha ha ha.. The thing about this place is that they onlygot 2 rooms with separated toilet outside. Funny to know that each tenants got their own toilet. Kamarnya sangat bernuansa rumah dan cukup besar dan hanya 250.000/bulan! Tapi sepertinya belum termasuk ekstra listrik bla bla.

Lalu menuju daerah Tubagus saya menuju sebuah rumah di komplek perumahan yang searah ke Cigadung. Lingkungannya baik tapi disana rumah disewa seharga 30 juta/tahun. Ada lima kamar + 1 kamar pembantu dan tentunya ruangan-ruangan normal di rumah pada umumnya. Agak susah ya, gw cuma nyari rumah 2 kamar saja. Lalu saya mampir ke kost-an sebelah yang berharga 700.000/bulan. And it was like total crap. Kamar tanpa ventilasi yang baik. Satu-satu penerangan disana adalah lampu. Jadi siang dan malam harus nyalain lampu. Waktu kesana, lampunya berwarna kuning jadi situasi jadi seperti berada didalam permainan Parasite Eve.

Lalu naik lagi ke pinggir jalan Terusan Tubagus. Ada dua rumah yang akan dikontrakan. Pertama ada yang nawarin sebuah rumah besar namun horor lalu kedua ada rumah yang disewa per kamar 3.5 jt/tahun. Lokasinya bagus. Tapi dengan segala kekotorannya dan anak-anak kecil yang teriak-teriak (walaupun bilangnya mereka cuma disini pas liburan aja), saya merasa sudah hilang perasaan duluan.

Didaerah Cisitu Indah 6 nomor 229, ada sebuah rumah 2 lantai dikontrakan 4 juta/tahun. Agak mengundang tanda tanya ya, harga 4 juta per tahun dan 2 lantai. Maka saya telusuri Cisitu Indah mulai dari 1-2-3-4-5 dan nggak nyampe. Ternyata belokang Cisitu Indah 6 itu ada didekat Cisitu Indah 3. Belok. Pemandangan mulai indah dengan lembah, lalu bermunculan rumah-rumah raksasa yang mahal (I was hoping that will be one of the houses) lalu muncul beberapa town house baru yang tampak jomplang dengan perumahan/perkampungan miskin sekitarnya. Saya jalan terus dan nomor 229 nggak nongol-nongol. Jalannya mulai dari lumayan sampai akhirnya jelek. Ternyata nomor ratusan itu masuk wilayah perkampungan. Gileee, susah nih.. Udah gitu rumah yang 2 lantai itu ada didalam gang yang sempitnya bahkan motor pun tak layak masuk. Akhirnya saya melarikan diri.

Terakhir adalah sebuah rumah dipinggir Cisitu Raya (ada ya?pokoknya jalan Cisitu yang utama deh). Nah ada rumah disewa 35jt pertahun, 5 kamar. Pinggir jalan banget. Tapi rumah ini bobrok minta ampun, kelam, nuansa 60-an, dan terlihat sumpek dan kotor. Si pemiliknya dengan semangat menjelaskan tentang A-Z dirumah ini. Tapi really, this place is such a crap.. Akhirnya gw pergi sambil cengar cengir sok mengiyakan tapi cuman di bibir..

Setelah pencarian yang terakhir saya memutuskan untuk membeli sendal birkenstock. Nggak ada ya? Ada sih satu tapi bercorak kayak tulisan Louise Vitton gitu.. Dompet gw kan udah LV (hahahahah.. this is THE NEW SHIT) aneh banget. Jadinya aja nggak beli. Lalu ke Citi Trans dulu sebentar buat booking travel ke Jakarta. Disini ketemu Dino, teman kuliah dulu. Belakangan semua manusia masa lalu bermunculan kembali ya.. He he he.. dia sedang thesis di Magister of Game Technology. Sounds cool ya? Tapi dari cerita yang dia utarakan lain ceritanya.

Di CitiTrans saya merasakan bahwa bagi para penumpang yang duduk di bagian paling belakang akan mendapatkan ekstra polusi dari knalpot kendaraan tersebut. Saya menjadi sulit bernafas karena kekurangan oksigen. Bahaya banget… gw jadi inget kasus muda mudi yang ditemukan telanjang bulat di Ancol akibat bercinta dan keracunan CO2 dari knalpot yang masuk ke sistem pendingin mereka. Ihhh, susah tidur dan langsung pakai masker. Tapi memang dada saya jadi nggak enak banget. Bahaya nih CitiTrans, walaupun kursinya enak tapi bisa menyebabkan kematian kalau duduk di dua bangku paling belakanga. Saya nggak mau naik lagi naik CitiTrans.

Sampai di Fatmawati, kita langsung dijemput oleh kakak saya. Mobil Kijang ditabrak. Benyok semua bemper. Ok, setelah Avanza hilang, kijang ditabrak, maka apalagi? ha ha.. Sekarang the only means of transportation cuman motor saya. Yuk mari.. Katanya kalau sebelum hajatan suka ada aja kejadian, tapi apakah solely we need to believe in dats!

11 Responses to “Akhir pekan ini”

  1. Jadi kalimat kesimpulannya yg mana gun?

  2. semuanya itu kesimpulan? bisa baca judulnya kan?

  3. cisitu indah? masih byk sawahnya ga? soalnya dl jaman sd sering diajak ibu, berwisata ke itb+kos2an om yg disitu..inget sy banyak sawahnya =D

  4. kesimpulannya,anggun cari kost’an. Hekhekhek….

    * merasa PINTAR *

  5. Nyari kostan emang sama ama nyari jodoh! Hwehehe,,,

  6. Kesimpulan jangan panjang2 bos.. kwkwkw….

  7. masih tetep bingung: kesmpulannya apa?
    *udah baca sampe berulang2, oon banget aku ga, dapet juga kesimpulannya….*

  8. try daerah tikukur dan sekitarnyah
    ade gw pernah nemu kontrakan…paviliun gitu deng, murah abis setaun ga nyampe 3 juta

  9. yah sayah ganti deh… judule..

  10. spek nya spt apa rumah yg dicari ? budget berapa ? *belaga jadi agen properti, tapi serius..hampir tiap hari gua liat2 rumah. sapa tau ada yang pas..*

  11. ehh 2 kamar tidur, harga sewanya .. 6-10 juta max..


Leave a Reply