Why So Serious?
Beberapa hari yang lalu dalam pembicaraan kecil di Cafe a CCF, saya bertanya pada Biyan & James
“Udah nonton The Dark Knight? Keren loo”
Lalu James bilang bahwa dia nggak doyan nonton film. Biyan bilang bahwa
“Nggak ada temen nih..”
Lalu saya bilang
“Nonton saja sendiri?”
Biyan langsung terperangah dan berkata
“Wah-wah-wah paling nggak bisa tuh kalau begitu… nonton sendiri gw nggak pernah”
Ada yang salah dengan menonton film sendiri? Sebagian orang menikmati hal tersebut karena setidaknya kita memiliki waktu sendiri untuk menyaksikan sebuah film dengan sempurna tanpa harus diganggu oleh teman yang menyodorkan kripik dan permen.
Orang Indonesia adalah what-so-called makhluk SUPER SOSIAL dengan tag “Nggak ada loe nggak asyik” yang menjadi sebuah pertanda keeksistensian untuk dilihat orang banyak bahwa kalau kita pergi ke tempat umum secara beramai-ramai artinya kita memang dianggap punya teman. Nggak semua gitu sih, he he he.. Tapi memang buat saya terkadang ada kegiatan yang menyenangkan dilakukan sendiri dan ada kepuasan sendiri melakukan eksplorasi tanpa diributkan oleh mulut-mulut yang menggeret kita tempat-tempat yang tidak kita sukai. Why So Serious?
Kembali ke The Dark Knight. Film sekuel Batman yang ke-sekian kalinya ini adalah yang terbaik diantara yang terbaik. Ada beberapa perubahan yang ketara sekali, yaitu Gotham City tidak digambarkan seperti film-film terdahulunya. Di TDK Gotham City adalah sebuah metropolis yang real bukan dengan patung-patung kelam dan noir di film-film sebelumnya. Yang menjadi bintang utama di film ini bukanlah Batman, tapi Joker. Harusnya judul film ini The Laughing Knight. Joker menjadi seorang teroris yang super cerdas dengan selalu memberi opsi teror : Pilih mana yang mati? Dan masih saja ada jebakan dibalik itu semua. Heath Ledger main sangat baik disini. Video-video teror-nya sangat menyeramkan. Di sini tokoh Two Face hidup dari Jaksa yang sakit hati bernama Harvey Dent. Si Jaksa yang sebenarnya pembela kebenaran berubah menjadi penjahat. Film ini durasinya 2 jam 15 menit. Cukup lama tapi memuaskan sekali.
Didalam bioskop saya menemukan banyak orang yang nonton sendiri juga. I mean, Why so serious? Kenapa harus serius sekali menanggapi nonton film sendiri sebagai sebuah aib? He he he..
Loading...
Yes, absolutely this film is sooo about Joker! TOP ABIS dah alm.Heath Ledger..! Bahkan ada salah satu berita yang menghubungkan kematian Ledger dengan keterikatan emosi dia dengan karakter Joker yg ia perankan. Jadi, mungkin dia stress saking dalemnya tu karakter dia jiwai, terus ga bisa tidur, trying some sleeping pills and unfortunately overdose . Sedih sekali..
Btw, emang 2 jam 15 menit yah? Saya masuk bioskop jam 21.15 keluar jam 00.15.. Hehe..
ratie - July 25, 2008 at 12:09 pm
Iya bener, bisa jadi dia kerasukan si Joker.. Eh, masak elu 3jam 15 menit sih? Gw inget banget kalau gw nonton yang jam 3 keluar jam 5.15 (karena pas itu langsung solat ashar).. aneh..apakah ini…
agn - July 25, 2008 at 7:51 pm
2 jam-an keknya…
Emang nonton sendiri aib ya gun. hehe.
Ade - July 25, 2008 at 7:58 pm
nonton sendiri adalah seni….
tuh bner kan 2.15 jam…
agn - July 25, 2008 at 10:35 pm
Ledger emang keren banget dah..
nonton sendiri? sapa takut hehe
osi - July 26, 2008 at 12:42 am
@ osi = iklan CLEAR banget… he he he he..
agn - July 26, 2008 at 1:35 pm
iya. gak ada yang salah dengan doing sumting sendirian. aku sering banget.
tapi kemaren dapat kejadian lucu, mo ke museum ternyata minimal harus berdua. gak boleh sendirian. akhirnya beli 2 tiket biar bisa masuk. trus, daripada driver bengong di mobil, aku ajak dia ikut masuk museum..
imgar - July 27, 2008 at 7:05 am
heh?museum apaan yang musti masuk bedua??? aneh banget! dimana tuh Gar?
agn - July 27, 2008 at 8:45 am
museum ullen sentalu di kaliurang, jogja
imgar - July 27, 2008 at 5:16 pm
museum batik itu ya? knp musti bedua? ada mitos sesuatu?
agn - July 27, 2008 at 10:26 pm