Anak Daerah dari ujung Indonesia.
Hari pertama kuliah bisa digambarkan sebagai culture shock. Bukan karena matakuliah atau jadwal kuliah tapi lebih ke suasana yang muncul. Berbeda dengan PM yang jumlah mahasiswanya mungkin dibawah 500 orang, di tempat ini bisa dikatakan ribuan manusia berjubel di kampus yang ada di Bandung Utara ini. Ketika jaman saya S-1 perasaan tidak sepenuh ini..
Okay, saya merasa seperti anak dari ujung Indonesia yang baru pertama kali masuk kesini dan tidak punya teman barang satu biji pun. Rasanya sangat aneh, karena di kampus ini dulu saya selalu saja menemukan teman untuk disapa setiap sudutnya. He he he.. beneran.. Mahasiswa disini berubah, yang cowok sebagian besar menjadi mirip personil band-band macam D’Masiv atau Kangen Band. Perasaan gw doang atau memang benar? Terus yang perempuan : berjilbab atau non-jilbab, kebanyakan pada pakai skinny jeans. Mungkin trend usia muda..
Akhirnya setelah merasa hilang dan terombang ambing, saya mencoba untuk fokus dan meneruskan niat utama di hari pertama kuliah : daftar AI3 dan membuat kartu perpustakaan. Ha ha ha, pasti banyak yang ketawa ya, gile buat kartu perpustakaan, jaman dulu aja kartu perpustakaan polos sekarang niat banget sampai buat lartu sendiri. Ya, sekarang kan bukan S-1. Ha ha ha..
Dalam kondisi sendiri ditengah keramaian, terkadang ada perasaan dimana suara dialam semesta ini di-mute kan. Sehingga kita berjalan dengan perasaan kosong dan terasing. Saya memutuskan untuk ke Kantin Barat Laut untuk makan siang, jadwal kuliah jam 2, sekarang jam 12.45. Disinilah akhirnya saya ketemu sama temen-temen lama dan bersyukur saya tidak lagi menjadi “anak daerah dari ujung Indonesia” yang nggak kenal siapa pun disini.
Loading...
kantin nya berubah juga gak, gun ?
imgar - August 20, 2008 at 8:01 pm
kantinnya sih belum berubah, tapi kalau dihitung dr jamannya imgar, tenutnya banyak yg berubah.. hahaha
agn - August 21, 2008 at 11:19 am