Hmm..interesting..
Ooooh, get me away from here I’m dying, sing me a song that set me free..

Menanti kematian pariwisata Indonesia..

Masih dari sebuah tempat di Braga. Tidak salah lagi kalau banyak orang asing di Braga, terutama di Brag City Walk. Yang menjadi pertanyaan adalah : Kenapa Kawasan Braga terlihat sangat lusuh? Padahal di brosur-brosur wisata dikatakan sebagai salah satu kawasan molek di Bandung?

Jadi malu juga sama turis ya (lokal dan internasional) yang datang untuk lewat braga hanya menemukan sebuah jalan yang terlantar. Bahkan di malam hari jadi gelap gulita. Investasi cuman bisa ada di brosur saja, dilapangan? entah deh. Itulah pemerintahan di Indonesia.. Tidak mau investasi cuman mau uangnya saja (gw baca di Tempo ada tuh yang ngomong gitu..)

Hal yang berikutnya akan terjadi adalah ketika para wisatawan merasa tertipu dan tidak mau lagi kembali ke Indonesia.
“Buat apa sih ke Indonesia, yang ditawarkan di brosur tidak sama dengan kenyataan.. Bau taik di jalan Dago!”

Contoh yang paling nyata adalah pemerintah kota Bandung. Dengan segala maha potensi kota yang ada, kenapa mereka cuman berpikir untuk mengembangkan wisata makan dan belanja? Well, emang sih Bandung mah mikirnya cuman wisatawan lokal. Tapi lihat potensi wisata sejarah, sains, dll! Apakah mereka tahu kalau Bandung itu pernah menjadi Museum Art-Deco dunia sebelum akhirnya hancur lebur karena tidak dijaga?

Dan yang paling gw bingungin dari Bandung adalah : Kemana uang-uang itu pergi? I mean, gw rasa milyaran rupiah berputar disini tiap bulannya, tapi fasilitas umumnya nol besar! Angkutan umum nggak berkembang dari jaman gw disunat sampe sekarang masih gitu-gitu aja!!

Ya, kita tunggu saja kematian pariwisata Indonesia karena kalah bersaing dengan negara lain yang sebenarnya miskin akan potensi tapi kreatif dalam berpikir. Sebenarnya warga kita kreatif, tapi sayangnya dihalangi oleh sebuah sistem pemerintah yang kurang cerdas.

7 Responses to “Menanti kematian pariwisata Indonesia..”

  1. menyedihkan..

  2. Tanya tuh ama para birokrat.

  3. jangan lupa tahlilannya..
    yaaah mudah2an cm bandung yang begitu, yang laen ga kaya gitu, berharap ajah

  4. klo bogor kumaha kang??

  5. gila judulnya kejam banget….tapi saya rasa argumen kamu bener : kemana semua uang itu…kok seperti menguap

  6. sebenernya bandung cuman contoh kasus yang gw liat, karena kebetulan tinggal disini.. semoga pemkot yang lain bisa lebih arif dalam menjaga dan menggali potensi daerahnya… amin..

  7. READY or not they will come…. just wait and see,,,, at least we we still have the story right ??????


Leave a Reply