Hmm..interesting..
Ooooh, get me away from here I’m dying, sing me a song that set me free..

Hari kedua, eh?

Ini adalah hari kedua puasa dan untuk pertama kalinya puasa di kostan. Kondisi kostan yang semi-rumah membuat si pemilik rumah pada jam 4 subuh membangunkan saya. Mereka mengatakan,

“Gun, mau teh panas ga?”

Saya yang masih beler, meng-iya-kan saja sembari turun ke dapur menatap pasangan pemilik rumah tersebut. Terus dengan otomatis saya langsung mengambil mug tertutup yang gw kira isinya teh. Seperti kalau dirumah. Terus yang punya rumah bilang,

“Eh itu punya saya, kamu buat sendiri”

…..

Terkadang karena memang biasa disediin, maka perasaan bahwa saya pasti dibuatin teh panas itu selalu ada, padahal inikan rumah orang ya? Jadi sepertinya yang punya kostan agak bete sama saya, karena ini adalah untuk kedua kalinya saya melakukan hal tersebut.

Pertama ketika saya ditawarin teh yang masih dalam bentuk daun-daun (weeds!! ha ha ha) dari jogja. Lalu si ibunya memanggil saya dan menawarkan apakah mau teh ini? Terus dia nyodorin satu lusin yang baru dipake sama dia satu. Dia nyodorin saya satu bungkus, dan saya mikirnya

“Okay, anda mau kasih saya semuanya ya?”

Lalu saya ambil satu lusin minus satu bungkus kecil (yang sudah dipake si ibu) terus langsung pergi ke kamar, meninggalkan si ibu dengan bengong. Gw baru sadar setelah 2 hari kejadian itu berlangsung. Masalahnya adalah mereka nggak langsung bilang dan saya terlalu polos, maka terjadilah hal-hal seperti ini.

Mungkin karena mereka orang Jawa ya? entah deh.. Yang pasti mereka nggak suka motor gw ditaro di gerasi yang lokasinya menghalangi jalan keluar masuk, mereka maunya motor ditaro di garasi tapi bagian yang lebih menjorok kedalam. Mereka nggak bilang, hanya memberikan kode-kode. Terus gw baru paham kode-kodenya 1 bulan setelah ngekost sama mereka…

2 Responses to “Hari kedua, eh?”

  1. proses adaptasi


Leave a Reply