The US Election Mini Seminar
Ah anyway, pas hari rabu kemarin, sebelum kuliah Petrografi Reservoir, saya ikutan seminar di American Corner – Perpustakaan Pusat. American Corner ini adalah semacam sub-perpustakaan yang disumbangkan oleh US Embassy dengan koleksi buku dari sono dan komputer-komputer MAC dengan layar 21 inchi. Nah seminar yang dilakukan adalah tentang “US ELECTION” yang dibawakan oleh mantan senator Oregon dari partai demokrat yang sekarang tinggal di Indonesia.
Pada awal acara, peserta yang hadir hanyalah segelintir massa palsu dari karyawan Perpustakaan yang berbaju seragam dan didominasi ibu-ibu doyan ngobrol. Tapi akhirnya pas ditengah-tengah jadi agak ramai diisi oleh mahasiswa ITB dan luar. Insiden kecil mewarnai awal presentasi, selain kenyataan bahwa acara molor 15 menit. Insiden itu adalah ketika si pemberi presentasi ternyata nggak bisa mengoperasikan Power Point. Maksud gw, kan biasanya kalau sudah mulai presentasi kita mengubah dari window yang editabel menjadi slide show, supaya tinggal klik untuk ganti halaman, nah si mantan senator ini nggak sama sekali melakukan hal tersebut.
Lalu gw sama mas-mas yang disebelah mulai menggosipi hal tersebut.Akhirnya kita sampaikan kepada kepala perpustakaan yang ada disana juga untuk menginterupsi si mantan senator dan memberikan dia “Petunjuk” untuk bisa mengoperasikan Power Point tersebut. Dari ekspresi wajah yang diberikan dan kekikukan setelah muncul slide show mode, kelihatan bahwa dia nggak bisa make power point. Karena dia masih bingung bagaimana cara untuk memindahkan satu halaman ke halaman yang lain. hah!
Nah, seminarnya ini sebenarnya tentang bagaimana US Election 2008 itu terjadi. Pada dasarnya di Amerika itu ada dua partai utama : Demokrat dan Republik yang rebutan buat jadi nyalonin calonnya untuk jadi presiden.Si mantan senator menjelaskan bahwa di USA itu tiap negara bagian memiliki jatah suara (electoral delegates) yang angkanya itu berbeda-beda tergantung jumlah penduduk. Nah untuk jadi presiden, mereka butuh 270 suara (CMIIW) agar bisa melenggang ke white house.
Di US itu udah ada namanya kantong-kantong definit negara bagian yang pasti udah jadi milik Partai Demokrat atau Republik. Tapi ada juga yang namanya Swing States yang biasanya menjadi daerah rebutan kedua partai karena penduduknya masih terombang ambing buat milih republik atau demokrat. Negara bagian milik Demokrat atau biasanya disebut blue states itu contohnya adalah California, NY, dan negara bagian yang cenderung liberal. Sedangkan milik republik atau red states adalah Alabama, Texas, dan hampir semua wilayah Amerika bagian tengah.
Yang cukup bisa digali dari acara ini adalah kenyataan bahwa orang Amerika pada umumnya bukanlah seperti yang kita lihat di film-film hollywood yang generik. Mereka tidak se-liberal itu, bahkan sebagian besar masih sangat konservatif. Terutama yang hidup di pedalaman. Makanya selama itu juga partai republik lebih banyak menang daripada demokrat, karena kultur republik itu lebih christian-konservatif.
Kehadiran Barrack Obama pada pemilu tahun ini melawan McCain menurut sang mantan senator sebagai sebuah penyegaran dan berdasarkan survey dinyatakan bahwa angka orang muda yang mau milih jadi meningkat. Pada pemilu kemarin sangat rendah karena mereka kecewa dengan calon yang diangkat. Mereka berpikir bahwa dalam pemilu yang lalu “My vote does not matter” dalam artian bahwa siapa pun yang terpilih maka apakah akan membuat sebuah perubahan? Sang mantan senator juga mengindikasikan hal tersebut akan terjadi di pemilu Indonesia tahun 2009 nanti, dimana alasan utama angka partisipasi menjadi rendah karena masyarakat Indonesia sudah antipati terlebih dahulu dengan partai politik, politisi, dan para calon presiden yang dianggap tidak akan mampu membuat perubahan berarti bagi negeri ini.
Acara sesi tanya jawab diawali dengan mbak-mbak dari Program Studi Perencanaan WIlayah kota.
“Sir, katanya Barack Obama kalau kepilih bakal diancam dibunuh ya?”
Pertanyaan yang sangat absurd..
Lalu setelah pertanyaan si mbak yang absurd itu, mulailah berkembang pertanyaan yang lebih baik.. ha ha ha..
Gw pun nanya di paling akhir, karena pengen ngasih pertanyaan bodoh juga kayak si mbak-mbak yang pertama. ha ha ha ha, Tapi untuk menutupi pertanyaan bodoh saya itu, makasaya buat juga 2 pertanyaan yang mungkin tidak begitu bodoh…
1. Barack Obama menjadi popular diantara masyarakat Amerika karena dia punya visi yang bagus tentang Amerika di masa depan atau karena dia adalah org kulit hitam pertama yang mencalonkan diri jadi presiden (yang akhirnya membuat kontroversi)?
2. Tanggapan orang kulit putih konservatif di states yang sangat amat KULIT PUTIH apabila Obama jadi presiden?
Dan pertanyaan bodohnya adalah.
3. Apa arti dari lambang gajah dan keledai yang digunakan partai republik dan demokrat?
Nah untuk pertanyaan yang terakhir ternyata si senator gak bisa jawab! Ha ha ha ha… Mungkin karena pertanyaan gw merujuk pada sebuah definisi sehingga harusnya jawab by the book…
Dia cuman bisa bilang gini ke gw,
“Well son, the republicans are strong like an elephant, but we are stubborn like a donkey”


Loading...
haha..jawaban yang keren tuh..
imgar - September 6, 2008 at 6:39 pm
waaah.. agun jadi anaknya si mantan senator!! *kalo ini pernyataan bodoh hehehe*
ferli - September 6, 2008 at 9:45 pm
wah kenya asik juga tuh…
btw, gw baru tau ada yg namanya american corner
niki - September 7, 2008 at 12:37 am
*garuk2 pala dan perut*
hanggadamai - September 7, 2008 at 2:00 pm
kalo saya ingin sekali bertanya, jika Obama menang, apakah akan terjadi perubahan besar dalam penentuan kebijakan Amerika terhadap Indonesia ?
mi - October 19, 2008 at 4:05 pm
Obama mm KEREN ABIS.
santos - December 13, 2008 at 11:45 am