Hmm..interesting..
Ooooh, get me away from here I’m dying, sing me a song that set me free..

TAKUT? Not really..

Pada hari minggu, si elpan ngajakin buat nonton TAKUT, sebuah rangkuman 6 film pendek karya 7 sutradara yang ditayangkan eksklusif di BLITZmegaplex. Jadinya kita nontonlah ini film, bareng sama Ade. Seperti biasa saya datang SELALU lebih awal karena saya memang membiasakan diri untuk tepat waktu dan kedua orang makhluk itu datang 4 menit sebelum acara dimulai!

Film ini mencoba untuk “memberikan rasa baru” dalam dunia film horor dan thriller yang selama ini dikesankan “kurang cerdas” oleh banyak pihak (namun anehnya laku dan jadi box office). Jadi ini adalah kontra-attack terhadap KUNTILANAK VS POCONG, Hantu Terowongan Casblanca, TALI POCONG PERAWAN, dll. Itu sih ide-nya, dan seperti biasa film ini tidak tayang di jaringan 21 karena memang biasanya 21 cuma doyan film yang laku keras dan bertema kacangan.. he he he..

Dari ke enam film ini saya membagi menjadi tiga subtema : gore, mistik, horor komedi, dan kejahatan (?). Rate film ini menurut saya ya.. 5/10 lah. Karena saya sama sekali nggak merasa takut dengan film-film pendek ini, kita masih kalah ide sama film horor thailand yang berkembang dengan berbagai tema dan cara-cara mereka untuk mengeksekusi film hingga layak untuk ditonton.

Film DARA bisa dikatakan sebagai film pendek dengan ide dan eksekusi yang baik (katanya sih disensor banyak karena menampilkan adegan-adegan berdarah). Menceritakan tentang gadis pemilik restoran yang dingin dan tak ber-ekspresi (Danish) yang doyan untuk membunuh pria-pria yang dia ajak kencan dengan cara sadis. Lalu setelah dibunuh orang-orang itu dijadikan daging untuk bahan dasar restorannya. Hi hi hi, adegan-adegan yang sadis dan penuh dengan darah ditampilkan dengan baik dan sangat menegangkan. The Mo Brothers bagus juga dalam menampilkan film thriller ala SAW ini…

The Show Unit sebenarnya cukup menarik idenya, tentang sebuah kecelakan membunuh yang tidak sengaja yang pada akhirnya membuat si pembunuh ini harus membunuh orang lain untuk menutupi kejahatannya. Cara pengambilan gambarnya SIN CITY banget.. Mayan lah, tapi tidak secantik SIN CITY.

Lalu ada film ZOMBIE rasa Indonesia namun sangat kental nuansa Resident Evil-nya. Jadi Jakarta tahun 2032 (yang ternyata tidak banyak berkembang karena masih menampilkan busway dan gak ada gedung-gedung super modern) terjangkit semacam virus yang membuat manusia jadi zombie (mirip sama Project Umbrella RE banget ya?). Lalu tersisalah beberapa orang yang selamat dan akan dievakuasi oleh tim gegana. Nama-nama tim gegana keren-keren : Ngurah Rai, Hatta, Antariksa, dll. Nah disini zombienya tampak cuman sedikit dengan make up yang kurang serem. Lalu ada Sogi Indraduaja yang nggak bagus banget maennya (throw him back to extravaganza). Kita juga bisa melihat cuplikan video game Resident Evil : CODE VERONICA atau Counter Strike typical shooting scene disini. LOL! Yang cukup menarik adalah penampilan Eva Celia, jadi cakep ya bos..! he he he..

Sisanya film ini bercerita tentang mistik-mistikan ala Indonesia. Dina Olivia kesurupan, si satpam Suami2 takut istri yang doyan ngintip (the Peeper), Shanty & Faudzi Badhila yang berbalas santet. Lumayan lucu tuh yang shanty & Faudzi Badhila (The List), bikin ketawa-ketiwi. Yang Dina Olivia kesurupan (film-nya riri riza)ada karakter anak kecil setan yang mirip sama tipikal tuyul-tuyul di jelangkung, berdiri dengan mulut nga-nga. I mean, this is so damn typical. Padahal idenya lumayan bagus film yang ini.

Yang gw cukup bingung adalah kenapa sepertinya film Indonesia suka banget mengusung gambar-gambar setengah pornografi? Kayak pas The Peeper, okelah si tukang bebersih ini doyan ngintip cewe ganti baju, tapi kenapa cewek-cewek yang ganti baju ngomongin masalah orgasme? Lalu pas di The List kenapa harus poster-poster dirumah Faudzi gambar-gambar porno? Lalu filmnya Riri Riza yang ada Dina Olivia, kenapa si Dina harus memaksa Leo bercinta padahal mereka bersaudara? Gw bingung deh sama film-film Indonesia macam ini? Ngakunya pengen bawa sesuatu yang baru dan what-so-called cerdas, tapi ternyata nggak bisa keluar dari tema seks.. Well, musti diakui bahwa kembali lagi ke masalah pasar yang doyan esek-esek.. menyedihkan..

7 Responses to “TAKUT? Not really..”

  1. Uhm, sepertinya menarik ke the show gun, nmn kesimpulan kalimat terakhir lo, smg didenger para sineas indonesia, lagi2… kesimpulannya begitu2 jg

  2. Jadi u kasi 5/10 gara2 esek2 itu gun? :D

  3. i like your opini,
    tp knp sih g d tyngin d sluruh bioskop d indonesia???
    knq pnsrn bgt ma film ini, pa lagi a fwzi baadillah…..

  4. Sayangnya selama menonton film ini ada komentar2 ekstra dari salah satu penonton di sebelah gw. Komentar yang menggelitik.

  5. @ osi : esek2 dikemas secara lebih “smart” katanya..

    @ james : bukan sih james, dari judulnya kan mustinya bikin kita takut, nyatanya cuman 1 pilem aja yg bikin begidik…

    @ risty : nah itu dia.. ris, saya rasa karena takut gak laku masuk 21.. hehe.. tapi tenang ris, nanti salah satu filmnya DARA bakal dibuat versi extended MACABRE! ini bakalan hadir di 21…!!

    @ Ade : siapa tuh de? disebelah lo bukanya ada KOSONG! BANGKU KOSONG! haahahahah

  6. film takut yang tidak menakutkan hihihi


Leave a Reply