Reservoir Modeling, The Whitest Boy Alive, & Projector Night Out.
Sabtu-Minggu 6-7 Desember 2008 jadwal gw penuh pisan euy!! Here’s the recap!
Sabtu pagi jam 9.00, saya ikutan Introduction to Resevoir Modeling Course di kampus. Sesuatu yang sangat gw butuhkan untuk intro modeling geologi yang selama ini masih penuh tanda tanya. Yang ngebawain adalah mas & mbak dari BP Indonesia. Lumayanlah nambah-nambah ilmu dan menyadari bahwa pengetahuan akan operasional software macam RMS, Petrel, dkk itu harus dibarengi oleh pemahaman dasar akan ilmu geologi yang baik. Ada istilah “Nintendo Modeling” bagi mereka yang melakukan modeling tanpa pemahaman aspek geologi yang baik, karena pemodelan geologi sebenarnya lebih bersifat stochastic : 1/2 determinan & 1/2 random. Kursusnya dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore. Kursus yang seharusnya seharga USD 3000 untuk 3 hari ditekan menjadi Rp.20.000 ( USD 1,80) untuk 1 hari. LOL!

Setelah selesai kursus, jadwal gw berikutnya adalah pukul 7 malam nonton konser Jens Lenkman. Vokalis folk asal swedia yang mau konser di Bandung. Lagu-lagunya enakeun. Dan seperti biasa, jam 7 kurang gw udah sampai di RRI Bandung, tempat acara diadakan. Lalu ternyata Jens Lenkman-nya nggak jadi datang karena terhambat di Guangzhou Airport dan akan digantikan oleh THE WHITEST BOY ALIVE! Erland Oye! Gile, padahal gw udah ngapalin lagu-lagunya Jens Lenkman selama beberapa hari ini! Jadi aja yang nonton konser ini adalah gw, ade, ica, dan temennya ica (Rendi?Randi?). Tiga band lokal : Astrolab (boring), Hollywood nobody (? nggak kenal lagu2nya), dan Homogenic (eh.. not a big fans) tampil dengan jomplang apabila dibandingkan dengan the whitest boy alive. Maksud gw dalam hal stage act. Kalah banget ya. Nonton The Whitest Boy Alive seperti nonton sekelompok kutu buku bermain musik yang enak didengerin. Ringan tapi berisi. Si Erland Oye itu ternyata suaranya mirip banget dengan di CD, tipis-tipis berkarakter. Erland Oye ini adalah personil Kings Of Convinience (FYI). Seru banget ngelihat si Oye ini nari-nari gak jelas di atas panggung.. Sebenarnya mereka itu adalah bintang tamu di show Jens Lekman ini! Tapi berhubung Jens Lekman nggak bisa datang, akhirnya mereka jadi bintang utama deh.

Jam 11.30 malam acaranya selesai.. Puas euy sama The Whitest Boy Alive. Lantas kita pindah ke venue berikutnya : The STUDS @ PAU ITB. Jam segini pintunya sudah digembok oleh Turasman yang galak. Bunny sang MC kondang Bandung sudah menunggu di tangga PAU untuk akhirnya kita masuk kedalam. Saat ini rencana A untuk membangunkan Turasman sudah tidak mungkin dilakukan karena hal ini seperti membangunkan macan tidur atau membakar korek di gudang minyak tanah subsidi rakyat. Akhirnya Abdan muncul dengan rencana B, masuk ke dalam PAU melalui jalan rahasia. Ada satu jendela di lantai basement yang tidak bisa terkunci, hanya sedikit orang yang tahu akan rahasia ini. Kami berempat pun menerobos masuk melalui jendela kecil itu dengan deg-deg-an dimana sebelumnya berjalan di selokan pembuangan air yang sudah tak terpakai dan semak-semak tanaman hias. Ha ha ha..
PNO adalah Projector Night’s Out dimana kita menyewa sebuah proyektor untuk kemudian secara rally nonton film-film dalam berbagai genre dari malam sampai subuh. Pokoknya sampai matahari belum muncul 100%. Kita nonton film-film yang berkelas A hingga Z. Highlight semalam adalah Tali Pocong Perawan yang sukses dihujay habis-habisan. ha ha ha ha.. Ini film superkampung dan akhirnya kita menyelamatkan satu istilah masa lampau “Swalayan” untuk sebuah kegiatan anonoh yang dilakukan oleh Ramon Y Tungka didalam film ini. Ini film isinya bokep norak dengan akting dibawah rata-rata pemain sinetron. Skenarionya nggak jelas dan penuh dengan kemustahilan bahkan untuk dunia yang disebut sebagai dunia khayalan manusia. Dan gak heran kalau banyak orang menghujat Dewi Perssik itu, toh di film ini dia menunjukan kapabilitas sebagai pemain bokep. Lalu ada film berjudul Coblos Cinta. Gw menggambarkan bahwa film ini hanya sekedar sinetron murahan anak kuliahan yang sok-sok amerikana. Gw suka bingung dengan pembuat film Indonesia dengan fantasi nya yang selangit, emangnya ada ya anak kuliahan yang gayanya kayak di film ini? Pake rok mini ke kampus? Oh puhliz.. Dua film yang gw sebut bisa jadi referensi apabila lagi pusing dan butuh pelampiasan berupa menghujat-hujat film lokal.. ha ha..

Pagi hari, sebagian dari mantan kru 8eh pulang. Tapi klub diskusi masih tetap ditempat ditambah kemunculan Arojak Salam yang hadir sebagai bintang tamu secara tiba-tiba lantas meng up date berita Marcella Zaelani (haha) -> bukan garpu, tapi sendok. Ha ha ha..
Hiburan yang cukup menyenangkan buat gw disela-sela tugas yang bejibun dan tampak belum akan selesai.
Loading...
jens lenkman lagu2nya spt apa sih? hype nya ng nyampe bogor nih, heu3. wah ada erland oye jg?? kalo itu sih gue tau. nonton mas suka masukin aja jga ng pak?
mariam - December 9, 2008 at 11:02 am
lagunya tuh Sweedish Folk gitu.. enakeun lah.. gw juga dptnya dari temen albumnya.. singable songs yang menyenangkan.. Wah, kemaren kita nggak nyewa masukamasukinaje. hehe. Padahal kayaknya bisa menghujat dengan Pol!
agn - December 10, 2008 at 7:44 am
gak diceritain kisah masuk lewat jendela?
alien - December 19, 2008 at 3:08 pm
ya ampun, udah ketemu si mas erland lagi…beuh, beruntungnya..
irma - January 8, 2009 at 6:31 am