Hmm..interesting..
Ooooh, get me away from here I’m dying, sing me a song that set me free..

Ekskursi Paleontologi

Sabtu kemarin kelas Paleontologi mengadakan ekskursi ke Majalengka tempat dimana dosen-dosen kita menemukan fosil gigi buaya, stegodon, kaprolit, moluska air tawar, pelecyopoda, dll. Ekskursi ini tujuannya sebagai implementasi dari teori yang didapatkan di kelas.

Jelas ketika kita berangkat jam 6.30 pagi dari Bandung cuaca cerah dan juga sesampainya di desa Cirendang (3 jam kemudian) cuaca juga masih cerah bahkan cenderung panas terik. Rada nyesel juga nggak bawa topi. Hari itu gw cuman bawa baju lengan panjang, tanpa topi dan sepatu lapangan.

Setelah sampai di desa, kita langsung turun ke sungai dan main basah-basahan sampai sedengkul, menyusuri sungai Cisaar yag tampaknya mengalami sedimentasi yang edan. Disalah satu titik sungai kita berhenti dan disanalah terdapat singkapan batuan yang berumur 2-1.5 juta tahun yang lalu. Oh ya,kita tuh berjalan dari singkapan tertua sampai ke yang paling muda umurnya.

ekskursi-paleontologi-0071

Jadi kita berdiri menatap Formasi Cisaar yang berada diatas Formasi Kaliwungu yang sekarang sudah tidak terlihat lagi di singkapan tersebut. Formasi Kaliwungu dan Cisaar terpisah oleh sebuah garis ketidakselarasan yang jelas terlihat, tapi kini telah tertutup oleh sedimentasi sungai yang kuat. Formasi Kaliwungu sendiri menjelaskan lingkungan pengendapan masa lampau marine dalam dengan ditemukan lapisan batu lempung. Ah, anyway, jadinya kita melakukan deskripsi dilokasi pertama yang batunya adalah Pasir-Kongomeratan, Pasir, Lempung, semakin keatas makin ketutup dengan soil. Lalu disini juga muncul sebuah bentuk struktur sesar naik. Baru kali ini gw liat langsung di alam.. hahaha.. Salah satu dosen kita menemukan fosil MOluska Brutia, dan fosil ini ditemukan di batu pasir dengan kondisi yang rusak. Katanya fosil itu bukan insitu melainkan hasil bawaan dari tempat lain.

ekskursi-paleontologi-018

Lanjut ke lokasi dua, jam 11 siang. Lokasi ini sedikit adem dan berjarak 100 meter dari yang pertama. Singkapan yang muncul lebih muda daripada yang sebelumnya karena terletak diatas yang tadi. Sepanjang jalan ditemukan lapisan batuan dengan moluska yang melimpah dalam kondisi yang horizontal disungai. Peristiwa tektonik kah yang melipat batuan? Yang pasti di lokasi kedua ini gw agak kurang konsentrasi jadinya aja kerjaannya ngetok palu buat nyari fosil. Pada lokasi dua, kelompok gw udah mulai menunjukan kerjasama. Batu yang ditemukan disini adalah lanau,lempung, dan pasir. Laut dalam?

Lokasi ketiga merupakan lokasi yang diamati dari jauh, berupa bukit masif Pasir konglomeratan yang besar. Sekitar 10 meter tingginya, tanpa ada perselingan batuan. Hal ini diinterpretasikan bahwa dimasa lampau lokasi itu adalah sebuah sungai dengan arus kuat. Disisi bukit ditemukan lempung biru yang menandakan bahwa daerah tersebut adalah sisi sungai arus keras tersebut. Karena semakin ke sisi butiran yang terendapkan akan semakin halus. Di lokasi ini juga kita menemukan bahwa sungai yang 1 tahun lalu berada disebelah kiri pengamatan kini pindah sekitar 5 meter ke kanan. Hmmm…

Lalu kita terus jalan menyusuri sungai dan akhirnya sampai kesawah-sawah dan masuk ke kampung untuk melihat sebuah singkapan bagus disisi jalan. Jadi di lokasi empat ini terdapat contoh perselingan batuan lempung-pasir konglomeratan yang sangat baik. Menunjukan bahwa pusat aliran itu berpindah-pindah sampai ketebalan 100 meter lebih. Aneh banget ada sungai jaman dulu yang tebalnya sampai 100 meter. Tapi apabila tektonik dan beban dari sedimen berperan maka sungai itu bisa turun kebawah terus karena terbebankan. Cuaca mulai mendung nih.. Lalu ada penduduk yang memberikan sebuah fosil kepada salah satu dosen dan ia mengatakan bahwa fosil itu ditemukan disingkapan tersebut. Sebuah fosil gigi sapi/kambing. Dijelaskan bahwa disebelah selatan dari singkapan adalah sebuah daerah savana tempat hewan-hewan tersebut hidup… hmm…

ekskursi-paleontologi-025

Jam 1.46 kita jalan ke singkapan terakhir dalam kondisi hujan besar. Pakai ponco lah.. Daerah terakhir ini menjadi suatu daerah dimana ditemukan banyak fosil kaprolit. Apakah kaprolit? Well, intinya adalah sesuatu yang suka kita buang tiap pagi dirumah= TAI! hahaha.. beneran, kita mencari fosil kotoran hewan!! bentuknya ada yang sempurna ada yang sudah rusak. Jadi di singkapan terakhir ini hampir semua mahasiswa ngorek bukit untuk nyari kaprolit. GW nggak berhasil nemu, tapi anggota tim berhasil nemu. Disini juga ditemukan fosil gastropoda, pelecypoda. Dikatakan bahwa daerah ini dahulunya adalah Danau atau Rawa-rawa dengan aliran yang tenang. Makanya batunya lempung. Terus didaerah rawa/danau hewan-hewan ngumpul, cari makan, dan boker. Ha ha ha.. lalu sekarang kita cari hasilnya..

ekskursi-paleontologi-035

Setelah singkapan terakhir, kita pulang kembali ke Bandung dalam kondisi basah dan kotor. Tapi tentunya kita sempet ganti baju dulu lah di masjid terdekat…sekian, terimakasih..

9 Responses to “Ekskursi Paleontologi”

  1. kuliah lapangan ya? ada cwe nya??? kyknya kul nya laki banget.
    wah pasti superwoman ya dan pasti jadi rebutan pria2 ya di kampus

  2. agn ini kul dmn? itb kah? paleontologi ini fak. apa?

  3. jumlah cewek sepertinya meningkat di jurusan Geologi belakangan.. kira2 1:9 lah ceweknya…. jurusannya geologi mbak…

  4. hoho udah laporan si abang ini.. sedikit koreksi men, itu tuh masih masuk Tomo (Sumedang). itu kata warga setempat..

  5. saja juga curiga demikian bah… karena tiada plang tanda2 nama Majalengky!

    btw, bukan formasi cisaar tp formasi Halang.., tee hee.. amateur!

  6. alhamdulillah kmrn di rajamandala ga kyk gini medannya…

    btw, bw oleh2 apa agn dr Halang?

  7. bawa fosil kotoran hewan.. hehehehe

  8. angkatan berapa tuh???


Leave a Reply